Sekilas Tentang Api Ibrahim
Terlepas dari segala kekurangan
dari buku ini saya akhirnya bisa sedikit bernafas lega setelah empat tahun
akhirnya yakin mengeluarkan buku. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada
banyak pihak yang membantu proses penerbitannya. Editor buku, Mas Aris Rahman
Yusuf yang memberi masukan juga kritik pada naskah yang masih jauh dari kata
sempurna. Mas Mochamad Asrori yang akhirnya meyakinkan untuk menerbitkan buku
ini juga dalam proses penerbitan Juga, Mas Abu Wafa yang memberi kata pengantar
dalam buku ini beserta apresiasinya.
Saya akan sedikit bercerita
mengenai buku ini--selanjutnya disebut Api Ibrahim. Api Ibrahim merupakan
rangkuman atau boleh disebut potret nyata perkembangan saya dalam awal karir
kepenulisan. Beberapa cerpen ditulis sejak masa Sma dan menempuh bangku kuliah.
Tentu bakal ditemui beberapa perbedaan rasa atau kenikmatan saat membaca tiap
cerpen dalam Api Ibrahim.
Api Ibrahim bisa dibilang
sebagai acuan saya dalam menilai diri, tumbuh dewasa secara karya juga
individu. Beberapa cerpen pernah dimuat koran Radar Mojoketo(Jawa pos Grup),
selain itu ada cerpen baru yang belum pernah dipublikasikan. Cerita di dalamnya
memuat banyak hal yang mungkin dikeluhkan, dipertanyakan atau malah dirasakan
saya pribadi atau orang lain. Mengapa Api Ibrahim dijadikan sebagai nama
antologi ini, saya kira karena terdengar keren atau beberapa bilang cerpen ini
sangat religius(meski pada mulanya saya hanya ingin bercerita saja tak menaruh
tendesi apapun dalam pembuatannya).
Mengenai sampul depannya,
sedikit menakutkan kata beberapa teman atau pembaca, ada juga berujar keren
mirip cover album band Rock terkenal. Jujur dari keempat sampul yang disodorkan
penerbit pada saya, ini merupakan sampul yang saya rasa terbaik dari tiga lainnya.
Terlihat sederhana juga menggerikan--tangan yang terbakar mengingatkan saya
pada salah satu jurus film kungfu.
Akhir kata, Selamat tersesat dan
jangan pernah kembali.

No comments:
Post a Comment